Alhamdulillah, akhirnya kesampaian juga hamil anak kedua ini. Tapi ketika pertama kali mengetahui kehamilan ini, shock juga sih. Karena aku gak ada prepare apa-apa. Pra konsepsi sih udah dijalanin, tapi itu dulu, dua tahun lalu. Tapi belum ada hasil. Makanya tahun ini sebetulnya gak ada rencana apa-apa, just let it flow aja. Eh, gak tahunya malah dikasih rezeki tahun ini. Senang sekaligus was-was, karena aku kan selama ini naik motor. Khawatir nanti kenapa-napa sama kehamilanku ini. Adikku dulu waktu hamil jadi plasenta previa gara-gara sering bawa motor. Tapi tetap senang banget, karena ini moment ini udah lama ditunggu-tunggu. Si abang juga emang udah siap ternyata punya adik lagi.
Periksa pertama tanggal 7 Januari 2009 (owya, haid terakhir aku tanggal 9 Desember 2008), karena di tanggal ini pas aku tes hasilnya positif. Deuuh, saking excitednya gak tunggu seminggu dua minggu langsung meluncur ke dokter kandungan!
Pas di USG ternyata belum kelihatan, dan dokter ternyata mengasumsikan haid terakhir aku bukan tanggal 9 Desember, tapi haid terakhir di bulan Nopember 2008. Yawdah sepakat deh dok.
Berhubung gak kelihatan, aku disuruh kembali dua minggu lagi.
Tanggal 21 Januari aku dateng lagi. Dag dig dug juga nih. Kelihatan gak ya? Ternyata gak kelihatan, sodara-sodara!. Duuh..gimana nih?
Kata dokter, mestinya di usia kandungan 7 mingguan (dihitung dari 19 Nopember 2008) janin udah nampak, bahkan jantungnya juga sudah berdenyut. Ini dua-duanya enggak.
Blighted ovum, begitu kata dokter. Apa pula itu?
Fakta ini mau tidak mau memaksa aku cari tau, browsing tentang blighted ovum (aku gak mau nyerah begitu aja, karena kan baru satu dokter aja yang bilang begitu). Gak sampe hitungan menit, begitu keyword aku ketik di search engine,langsung aja artikel-artikel tentang BO muncul. Ini nih kurang lebih isinya :” BO itu artinya janin tidak berkembang”. Penyebabnya beragam :
1. Genetik
Ini adalah faktor utama. Bukan faktor keturunan, melainkan dari sperma atau sel telur. Dalam hal ini kualitas dan kuantitas sperma serta sel telur tidak baik sehingga saat penyatuan keduanya hasilnya tidak berkembang secara prima.
Menurut Anita, hal ini biasanya mengarah ke blighted ovum. “Yang jelas, kalau bicara tentang blighted ovum, kita bicara juga tentang kualitas dan kuantitas. Faktor ini bisa berulang dan bisa tidak, tergantung ada masalah produksi sperma dan sel telur atau tidak,” ungkapnya. Penyebab kualitas sperma dan sel telur macam-macam, tergantung dari produksi “pabriknya” (sel telur dari indung telur dan sperma dari produksi spermanya).
Jadi, otomatis gangguan dari proses pembentukan itu bisa bermacam-macam dan tidak bisa dipastikan, dari faktor higienis atau infeksi. Bisakah dicegah? “Susah. Karena sel telur dan sperma sudah ada sejak kita di kandungan ibu. Gangguan-gangguan itu muncul begitu kita lahir.”
2. Infeksi TORCH
Infeksi disebabkan oleh toksoplasma, rubella, CMV atau cito megalo virus, herpes simplex I dan simplex II. Dalam hal ini yang dilihat adalah reflek di tubuh kita, yaitu terbentuknya antibodi terhadap kuman dan virus ini. Jika diasumsikan bermasalah harus segera diterapi. Sebaiknya pemeriksaan ini dilakukan sebelum hamil agar tidak menganggu kondisi si ibu.
3. ACA (anticardiolipin) atau pembekuan
Terbentuknya faktor pembekuan yang menyumbat pembuluh-pembuluh darah yang arahnya ke janin sehingga akhirnya pertumbuhan janin terhenti.
Step selanjutnya? Yup! tanya dokter yang lain. Dengan maksud ingin menghibur hati. Siapa tau di klinik tempat aku periksa alatnya lagi error. Jadi mesti ke Rumah Sakit besar nih, biarpun biayanya juga besar juga. Gak apa-apa, demi si dedek yang belum ketahuan ini.
Akhirnya, tanggal 23 Januari aku periksa lagi. Duuh, nunggu antrian lama juga. Maklum dokternya most wanted banget, dan udah konsekuensi pilih periksa sama bu dokter ini (aku pinginnya dokter perempuan soalnya, biar gak risi).
Finally, dipanggil juga. Setelah prolog yang lumayan panjang, tibalah waktu USG. Kata dokter, untuk lebih memastikan, harus terlihat kantung kehamilannya dulu. Bari si baby.
Kelihatan gak ya…? Ups! Apa tuh kedap-kedip kayak kunang-kunang? Ya Allah, ternyata si dedek. Akhirnya muncul juga… Panjangnya 1,23 cm dan usianya 7 minggu 3 hari. Duuuh senangnya.
Alhamdulillah, ternyata Allah SWT udah percaya sama aku dengan amanah yang Dia kasih. Aku janji akan menjaga baik-baik amanah ini. Doakan ya….
March 4th, 2009 at 4:24 am
Alhamdulillah senangnya trnyata janin mba’ ada & sehat. Saya saat ini jg sdg hamil,udh telat seminggu & stlh testpack d rmh trnyata positif. Tp saya blm k DSOG, Tggu telat 2 mggu dl. Saat ini saya sdg cemas mba’, ni kehamilan kedua saya tp calon anak pertama kami. Kehamilan pertama di kuret krn blighted ovum di usia kandungan 3 bln. Saya berharap semoga janin kami sekarang sehat, mhn doanya (^_^)
April 13th, 2009 at 6:41 pm
iya..senang banget, sekarang udah 20 minggu. Yang saya tau kalo udah pernah BO, riwayat itu kecil kemungkinannya untuk terulang lagi di kehamilan yang kedua, mbak. Mudah-mudahan kehamilannya lancar ya mbak
April 14th, 2009 at 12:15 am
salam kenal ya mb ririn…
selamat ya mb, smg kehamilannya lancar2 aja….
mengenai BO, aku dl jg pernah BO dikehamilan pertama pada usia kehamilan 11mgg…
waktu di fonis BO dan hrs kuratase rasannya sedih bgt dan ga percaya…ga puas dg dokter pertama, aku cek ke dokter lain yg lbh senior dan masya Alloh hasilnya sama….aku shock bgt ya Alloh cobaan apa ini yg Engkau berikan pada kami….
pikir ku mungkin Alloh blm memberikan kepercayaan kpd kami utk mengemban amanah ini….
dan akhirnya kuratase aku jalani, stlh 3bl alhamdulillah aku diberi kepercayaan lg sm Alloh dan alhamdulillah skrg adik dah berumur 8bl…dia sehat, lincah dan cerdas..
trimakasih ya Alloh atas karunia yg Engkau berikan kpd kami, smg kami bs menjaga amanah ini dg baik…amin..amin…
satu yg perlu kita ingat, kita harus selalu berpikiran positif terhadap segala hal….pasti ada hikmah dibalik semuanya…
April 16th, 2009 at 6:52 pm
Alhamdulillah…selamat ya, mbak. Memang mbak, second opinion itu perlu banget, toh walaupun hasilnya sama yang penting kita sudah berusaha untuk bertanya dan mencari tau.
Dan kita sebagai manusia kan tetap melakukan yang terbaik, yaitu berusaha dan berdoa ^_^